Postingan

Kelana Mahesa, Jendral Lapangan Tengah Timnas Indonesia yang Kian Matang di Liga Jerman

Intip perjalanan karier Kelana Mahessa, sang jendral lapangan tengah Timnas Indonesia yang kini kian matang bahkan jadi tumpuan di kompetisi Liga Jerman.

Nama Kelana Mahesa sebelumnya memang sempat menghebohkan para penggemar sepak bola Tanah Air, terutama saat skuat Garuda Muda sedang melakoni pemusatan latihan di Kroasia tahun 2020 lalu.

Pasalnya, tanpa ada pemberitahuan lebih dulu, tim pelatih ternyata memanggil Kelana Mahesa beserta sang adik, Luah Mahessa, untuk ikut menjalani serangkaian laga uji coba.

Berdasarkan penuturan Shin Tae-yong, dirinya memiliki alasan untuk memanggil Kelana Mahesa dan Luah Mahesa dalam TC Timnas U-19 di Kroasia.

Salah satunya tentu ingin melihat kualitas dua pemain diatas, yang kabarnya sedang berkompetisi di Liga Jerman.

"Saya memang mengundang dua pemain ini untuk datang ke Kroasia karena saya ingin melihat langsung kualitas mereka," kata Shin Tae-yong dilansir dari laman resmi PSSI.

Selepas dari pemusatan latihan di Kroasia, penampilan Kelana Mahesa yang tangguh mengawal lini tengah Timnas Indonesia U-19 langsung mendapat pujian dari pelatih.

"Kedua pemain ini bersaudara, mereka hanya berbeda satu tahun. Saya senang dengan penampilan kakaknya, Kelana. Untuk adiknya, Luah, masih kurang dibandingkan kakaknya," kata Shin Tae-yong.

Selain di Kroasia, ternyata nama Kelana Mahesa juga kembali dipanggil saat Timnas Indonesia U-19 melakoni pemusatan latihan di Spanyol awal Januari 2021 silam.

Kini setelah hampir setahun tidak lagi terdengar namanya di Timnas Indonesia, ternyata penampilan Kelana Mahesa kian impresif bersama klub Jerman yang ia bela.

Bahkan sepanjang musim 21/22 ini, pemain berusia 21 tahun tersebut kerap jadi pahlawan timnya dalam meraih kemenangan.

Lantas seperti apa rapor penampilan Kelana Mahesa usai dari Timnas Indonesia? Berikut INDOSPORT coba merangkum serta mengulas:

Kelana Noah Mahesa dan Luah Fynn Jeremy, dua pemain keturunan Indonesia-Jerman yang dipanggil Shin Tae-yong ke TC Timnas U-19.

Tumpuan di Liga Jerman

Melansir dari laman transfermarkt, diketahui bahwa Kelana Mahessa hengkang dari klub lamanya Bonner SC menuju Frechen 20 sejak 19 Juli 2021.

Secara level kompetisi, Frechen 20 sejatinya berada satu strata dibawah Bonner SC. Hingga penutupan kompetisi musim ini, Frechen 20 bertengger di urutan keempat Mittelrhein Liga atau kasta kelima Liga Jerman.

Sementara Bonner SC merupakan tim yang bermain di Regionalliga West atau kasta keempat Liga Jerman.

Namun sampai pekan ke-38, Bonner SC masih tertahan di urutan ke-16 dan berpotensi degradasi musim depan.

Meski secara bermain di kompetisi yang lebih rendah, namun Kelana Mahesa malah sukses bersinar bersama Frechen 20 dan dapatkan menit bermain lebih banyak musim ini.

Tercatat saat masih memperkuat Bonner SC, mantan penggawa FC Viktoria Köln U17 tersebut hanya bermain sebanyak 11 pertandingan tanpa mencetak satu gol ataupun assists di semua kompetisi.

Berbanding terbalik ketika Kelana Mahesa memperkuat Frechen 20 musim ini. Tercatat hingga pekan ke-34, Kelana Mahesa sudah tampil sebanyak 23 pertandingan di ajang Mittelrhein Liga.

Selain itu, Kelana Mahesa juga bermain dalam dua pertandingan Mittelrheinpokal atau Piala Liga untuk kasta kelima Liga Jerman.

Tak cuma menit bermain yang kian banyak, torehan gol Kelana Mahesa juga alami peningkatan sepanjang musim 21/22 ini.

Total dari 23 pertandingan di ajang liga, Kelana Mahesa berhasil mencetak tiga gol dan membantu Frechen 20 bertengger di urutan keempat klasemen sementara.

Dengan menyisakan tiga pertandingan hingga akhir musim, Kelana Mahesa berpotensi besar membawa Frechen 20 bertahan di empat besar dan menghindarkan klub dari zona degradasi.

Kelana Noah Mahesa pemain keturunan Indonesia-Jerman yang dipanggil Shin Tae-yong ke TC Timnas U-19.

Opsi Timnas Indonesia

Berbekal pengalaman mentas di Liga Jerman sepanjang musim 21/22 ini, tampaknya nama Kelana Mahessa bisa jadi opsi buat pelatih Timnas Indonesia jika membutuhkan jendral lapangan tengah baru.

Selain tangguh dalam mengawal lini tengah, Kelana Mahessa juga memiliki insting gol yang bisa jadi senjata Timnas Indonesia andai mengalami deadlock.

Kelana Mahesa juga mempunyai kemampuan versatile, artinya bisa ditempatkan di beberapa posisi di lini tengah.

Tak cuma sebagai central midfielder, Kelana Mahesa juga bisa bermain sebagai attacking midfielder (gelandang serang) hingga Defensive Midfield (gelandang bertahan).

Memiliki postur tubuh mencapai 181 cm, duetnya bersama Rachmat Irianto atau Syahrian Abimanyu, diprediksi bakal memperkokoh pertahanan Timnas Indonesia serta mempermudah aliran serangan ke kotak penalti lawan. 


indosport.com

Posting Komentar

© Besbol-Beritabola. All rights reserved. Premium By Raushan Design